Rutinan Malam Selasa
Nurul Muhibbin Barabai
Oleh: Muhammad Khaidir
08 Jun 2026, 06:11
Kitab Riyadush Shalihin, bab 46
OLEH : ABAH GURU KH. MUHAMMAD BAKHIET AM
-Pengajian Malam Selasa-
23 Dzulhijjah 1447 / 8 Juni 2026
KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH
(Sambungan bab 46 pekan lalu)
Dalam sebuah hadits shohih Rasulullah bersabda tentang Qaum Anshar :
"Tidak cinta dengan mereka melainkan orang yang beriman. Dan tidak benci dengan mereka melainkan orang munafiq. Barangsiapa yang cinta dengan mereka maka Allah cinta kepadanya. Dan barangsiapa yang benci kepada mereka maka Allah pun benci kepadanya."
Rasulullah mempunyai dua sayap : Yang pertama adalah Qaum Anshar, dan yang kedua adalah Qaum Muhajirin.
Qaum Muhajirin adalah orang-orang yang awal-awal masuk Islam yang kemudian berhijrah ke Madinah.
Qaum Anshar adalah orang-orang Madinah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, merekalah yang menyambut kedatangan Rasulullah beserta Qaum Muhajirin di Madinah.
Kedua qaum ini masing-masing dipersaudarakan oleh Rasulullah.
Di Madinah ada dua qabilah, yakni Qabilah Aus dan Khazraj. Mereka inilah yang disebut Qaum Anshar. Di antaranya : Anas bin Malik, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka'b, dll.
Bagaimanakah saling mencintai/berkasih sayang karena Allah itu?
1. Saling menasihati dalam kebaikan.
2. Saling tolong menolong dalam taat kepada Allah.
3. Saling menjaga hubungan.
4. Saling menjaga pribadi satu sama lain.
5. Kosong dari urusan/tujuan keduniaan.
Ini termasuk amaliyah yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah.
Mencintai orang-orang yang dicintai Allah adalah sebuah keberuntungan.
Dalam sebuah hadits:
"Allah berfirman: Pasti mendapatkan cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena AKU."
Dalam hadits lain, Rasulullah menyuruh agar kita memberitahu orang yang kita cintai bahwa kita mencintainya.
Mu'adz lahir 18 tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah, dan wafat 15 tahun setelah Nabi hijrah ke Madinah. Beliau adalah sahabat yang pernah mendapatkan pengakuan cinta langsung oleh Rasulullah 'bahwa Rasulullah mencintainya'.
Wasiat Rasulullah kepada Mu'adz bin Jabal :
"Jangan pernah engkau tinggalkan setiap selesai sholat membaca :
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
@santrinurulmuhibbin14
----------
Hati-hati meletakkan ke dalam hati kita yang berharga itu dengan sesuatu yang dimurkai Allah. Dan isilah hati kita dengan cinta kepada orang-orang yang dicintai Allah dan Rasul.
Pikirkanlah, "Apakah selama ini kita sudah maksimal untuk mendapatkan cinta Allah?". Kecintaan kita kepada Allah itu bisa kita ukur, karna orang yang cinta itu sudah pasti ingat. Allah tidak melarang kita mencintai siapapun, tapi menetapkan cinta kepada Allah tetap di atas segala-galanya.
@stnraaisyah_
OLEH : ABAH GURU KH. MUHAMMAD BAKHIET AM
-Pengajian Malam Selasa-
23 Dzulhijjah 1447 / 8 Juni 2026
KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH
(Sambungan bab 46 pekan lalu)
Dalam sebuah hadits shohih Rasulullah bersabda tentang Qaum Anshar :
"Tidak cinta dengan mereka melainkan orang yang beriman. Dan tidak benci dengan mereka melainkan orang munafiq. Barangsiapa yang cinta dengan mereka maka Allah cinta kepadanya. Dan barangsiapa yang benci kepada mereka maka Allah pun benci kepadanya."
Rasulullah mempunyai dua sayap : Yang pertama adalah Qaum Anshar, dan yang kedua adalah Qaum Muhajirin.
Qaum Muhajirin adalah orang-orang yang awal-awal masuk Islam yang kemudian berhijrah ke Madinah.
Qaum Anshar adalah orang-orang Madinah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, merekalah yang menyambut kedatangan Rasulullah beserta Qaum Muhajirin di Madinah.
Kedua qaum ini masing-masing dipersaudarakan oleh Rasulullah.
Di Madinah ada dua qabilah, yakni Qabilah Aus dan Khazraj. Mereka inilah yang disebut Qaum Anshar. Di antaranya : Anas bin Malik, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka'b, dll.
Bagaimanakah saling mencintai/berkasih sayang karena Allah itu?
1. Saling menasihati dalam kebaikan.
2. Saling tolong menolong dalam taat kepada Allah.
3. Saling menjaga hubungan.
4. Saling menjaga pribadi satu sama lain.
5. Kosong dari urusan/tujuan keduniaan.
Ini termasuk amaliyah yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah.
Mencintai orang-orang yang dicintai Allah adalah sebuah keberuntungan.
Dalam sebuah hadits:
"Allah berfirman: Pasti mendapatkan cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena AKU."
Dalam hadits lain, Rasulullah menyuruh agar kita memberitahu orang yang kita cintai bahwa kita mencintainya.
Mu'adz lahir 18 tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah, dan wafat 15 tahun setelah Nabi hijrah ke Madinah. Beliau adalah sahabat yang pernah mendapatkan pengakuan cinta langsung oleh Rasulullah 'bahwa Rasulullah mencintainya'.
Wasiat Rasulullah kepada Mu'adz bin Jabal :
"Jangan pernah engkau tinggalkan setiap selesai sholat membaca :
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
@santrinurulmuhibbin14
----------
Hati-hati meletakkan ke dalam hati kita yang berharga itu dengan sesuatu yang dimurkai Allah. Dan isilah hati kita dengan cinta kepada orang-orang yang dicintai Allah dan Rasul.
Pikirkanlah, "Apakah selama ini kita sudah maksimal untuk mendapatkan cinta Allah?". Kecintaan kita kepada Allah itu bisa kita ukur, karna orang yang cinta itu sudah pasti ingat. Allah tidak melarang kita mencintai siapapun, tapi menetapkan cinta kepada Allah tetap di atas segala-galanya.
@stnraaisyah_