Informasi

Masuk

Manaqib Ulama

KH. Muhammad Ramli

KH. Muhammad Ramli
Wafat (Masehi) : 24 Juni 1982
Wafat (Hijriah) : 29 Sya'ban 1402

Manaqib Wali Katum (KH. Muhammad Ramli): Sang Wali Tersembunyi dari Tabudarat

Profil dan Makna Nama

KH. Muhammad Ramli, atau yang dikenal dengan nama kecil Artum Ali, adalah seorang ulama dan waliyullah kharismatik dari Hulu Sungai Tengah. Beliau dikenal dengan gelar Wali Katum. Nama "Katum" diambil dari bahasa Arab yang berarti "Sembunyi," merujuk pada kepribadian beliau yang sangat tertutup dan tidak ingin menonjolkan diri di hadapan manusia.

Kecintaan Luar Biasa pada Al-Qur'an

Salah satu ciri khas beliau adalah kegemaran membawa Al-Qur'an ke mana pun beliau pergi. Setiap kali beliau berhenti atau beristirahat, beliau akan langsung membacanya.

Kecintaan ini meninggalkan jejak fisik yang luar biasa; hingga akhir hayatnya, Al-Qur'an yang sering beliau baca tersebut tidak lagi berbentuk persegi. Sisi-sisinya habis terkikis lantaran seringnya disentuh dan dibaca, hingga bentuknya berubah menjadi lonjong. Ini menjadi bukti nyata betapa waktu beliau habis hanya untuk berinteraksi dengan kalam Allah.

Kehidupan Zuhud dan Masa Khalwat

Wali Katum dikenal sebagai sosok yang sangat zuhud. Beliau menjalani masa khalwat (menyendiri untuk beribadah) dan uzlah selama kurang lebih 30 tahun. Selama masa itu, kehidupan ekonomi beliau sangatlah sederhana:

  • Konsumsi: Beliau sekeluarga hanya mengonsumsi satu genggam beras per hari. Beliau akan menolak jika ada orang yang memberi lebih dari itu.

  • Pakaian: Beliau hanya memiliki beberapa helai pakaian saja.

  • Kediaman: Rumah beliau sangat sederhana, hanya berdinding daun rumbia dan berlantai pelepah rumbia.

Karamah dan Kemuliaan

Allah SWT menganugerahkan beberapa karamah kepada beliau, di antaranya kemampuan mengetahui keberadaan barang yang hilang serta firasat yang tajam mengenai keadaan tamu yang berkunjung. Salah satu yang paling diingat jemaah adalah lampu duduk di rumah beliau yang minyaknya tidak pernah kering meski menyala terus-menerus dari malam hingga siang hari.

Kisah Terompah: Tersingkapnya Kewalian Beliau

Kisah yang paling populer di masyarakat adalah saat seorang jemaah haji asal Hulu Sungai bertemu dengan seorang pria misterius di Mekkah. Pria itu berjalan berjingkat-jingkat (berinting-inting) di atas pasir panas tanpa alas kaki.

Ketika ditanya, pria itu mengaku bernama Muhammad Ramli dari Desa Tabudarat. Karena kasihan, sang jemaah haji membelikan sepasang terompah (alas kaki) untuknya. Namun, setelah menerima terompah tersebut, pria itu menghilang seketika.

Sepulangnya ke tanah air, jemaah haji tersebut mencari Muhammad Ramli di Desa Tabudarat. Penduduk desa mengatakan:

Tahun ini tidak ada warga kami yang naik haji. Kalau orang bernama Muhammad Ramli memang ada, tapi beliau tidak ke mana-mana, beliau hanya berkhalwat di gubuk persawahan.

Penasaran, jemaah haji itu mendatangi gubuk tersebut. Betapa terkejutnya beliau saat melihat bahwa Muhammad Ramli yang ada di gubuk itu adalah orang yang sama dengan yang ia temui di Mekkah. Terlebih lagi, terompah yang ia belikan di Mekkah terlihat tergantung di dinding rumah beliau. Sejak peristiwa itulah, masyarakat menyadari bahwa beliau adalah seorang wali, dan sejak itu beliau dijuluki "Wali Katum."

Wafat

Wali Katum wafat pada 24 Juni 1982 M atau bertepatan dengan 29 Sya’ban 1402 H dalam usia sekitar 70 tahun. Beliau meninggalkan teladan tentang ketulusan ibadah tanpa perlu pengakuan dari dunia.

Lokasi Makam

Komentar (0)

Belum ada komentar.